Jumat, 09 Januari 2009

Temukan Arti Gentleman Sebenarnya!

Beberapa hari yang lalu saya menemukan seorang blogger yang menulis demikian,

“Saya sih selalu merasa tersanjung dan respect sama cowok-cowok gentle yang masih memperlakukan cewek with certain manner. Yang namanya cowok gentle, dia akan bersikap gentleman kepada semua cewek. Saya sendiri nggak tau kenapa saya selalu punya penghargaan yang lebih sama cowok-cowok gentle. Untuk saya pribadi sih, di jaman yang serba sibuk ini, ketika orang udah mulai nggak peduli sama urusan orang lain, I’ll consider such a gentle treatment as a cute and sweet little thing.”

Lalu saya juga jadi ingat sebuah jokes yang sering beredar di internet, berbunyi seperti ini:

Kalau cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek bilang, “Ini dia cowok gentleman.”
Kalau cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek bilang, “Naluri pembantu, emang gitu.”

Dua contoh kutipan di atas hanya seperempat ons dari ratusan ribu kwintal nasihat percintaan yang mengagung-agungkan sebuah karakteristik yang kita kenal dengan istilah Gentleman. Begitu semaraknya pandangan demikian, kita tidak akan kesulitan untuk mendengar ‘sikap seorang gentleman’ disebutkan sebagai kunci sukses dalam kehidupan cinta dari sejumlah publik figur, baik dalam maupun luar negeri.

Cewek selalu menyatakan bahwa mereka mendambakan seorang gentleman karena sikap mereka yang menawan, penuh perhatian, sensitif, romantis, tidak memaksakan kehendak, sabar, rela berkorban, mampu melindungi dan memenuhi kebutuhan pasangan.

Lalu jika kamu seperti kebanyakan cowok lainnya di muka bumi ini, kamu pasti diganggu dengan pertanyaan, “Selama ini gue udah kerjain semuanya, tapi kok ngga dapetin hasil yang sama dengan cewek gebetan gue?”

“Gue masih kurang gentleman gimana lagi? Nih cewek udah jelas-jelas ngomong dengan mulut bibirnya sendiri kalo gue tuh satu-satunya cowok yang bisa ngerti dia luar dalem, dan semua teman cowoknya ngga pernah bisa perlakuin dia kayak gue. Tapi kenapa dia maunya temenan aja, ngga mau jadian ama gue?”

Lalu pertanyaan yang paling pilu, “Dia sampe nangis terharu ketika bilang semua kelembutan dan perhatian gue ke dia tuh ngebikin dia ngerasa spesial banget dan mungkin gue sbenernya adalah cowok yang tepat untuk dia, tapi dia tetep ngga bisa ninggalin cowoknya skalipun jelas cowoknya itu brengsek dan nyiksa perasaannya banget. Dia minta gue untuk tinggalin dan lupain dia, trus dia bakal terus doain gue supaya gue bisa nemuin cewek yang lebih bernilai dan layak daripada dia. Kenapa? Kenapa?!?!”

Maaf, saya tidak bermaksud menggores lagi luka-luka tersebut, sobat. Saya berjanji tidak akan menjadikan artikel kali ini sebagai momen tisu dan air mata.

Saya hanya ingin mengajakmu berpikir dengan baik. Ini akan menjadi Momen Lampu Menyala Di Atas Kepala.

Jika kamu mengoreksi kembali semua pengalamanmu selama ini, apakah benar cewek menginginkan seorang Gentleman?

Pada titik ini, saya tidak bisa menjawabnya dengan pendek.

Saya hanya bisa melakukan secara bertahap, yakni pertama-tama dengan menyampaikan apa yang pernah diucapkan oleh Kei beberapa workshop yang lalu, “Gentleman itu bukan gabungan antara kata ‘gentle’ dan ‘man’ yang bisa diartikan sebagai ‘cowok baik, ‘cowok lembut’, ‘cowok perhatian,’ atau sejenisnya.”

That is so true, guys.

Kata Gentleman memiliki akar dari kata dalam bahasa Perancis, Gentilhomme, yang berarti Nobleman atau pria dengan nilai, karakter dan status yang tinggi. Dalam kamus Webster, Gentleman dijelaskan sebagai berikut:
(a) a man of refinement,
(b) a man whose conduct conforms to a high standard,
(c) a man who combines gentle rank with chivalrous qualities.

Apakah hal-hal di atas sesuai dengan pengertian gentleman yang sering kamu dengan dari orangtua, teman-teman cewek, film-lagu-novel dan buku psikologi populer tentang percintaan di jaman modern ini?

Ketika mereka menyarankanmu untuk menjadi seorang gentleman saat mendekati seorang cewek, apakah yang mereka maksud adalah melakukan tindakan-tindakan yang menguji nilai cewek tersebut agar dapat menentukan apakah dia cukup kompatibel dengan standar dirimu yang berkelas?

Sama sekali tidak!

Kamu selama ini justru diajarkan untuk terus merayu, membujuk, menyogok dan menyakinkan dirinya bahwa kamu perlu diberi kesempatan untuk menjadi bagian dalam hidupnya. Semenjak awal pendekatan, kamu sibuk membuatnya menjadi merasa lebih bernilai dan berkelas daripadamu, dengan harapan dia merasakan ikatan yang spesial bila sedang bersama denganmu.

Kamu secara rutin membuktikan bahwa dirimu lebih ‘gentle’ daripada semua cowok lain yang ingin mendekatinya. Itu sebabnya kamu suka mendengarkan semua curhatannya tentang satu cowok brengsek yang menarik perhatiannya. Itu sebabnya kamu tidak pernah ingin ketinggalan memberikan perhatian terhadap hal-hal kecil kepadanya, seperti membukakan pintu mobil, selalu ada bila dibutuhkan, menyediakan pundak untuk menangis, memberitahu jam makan, atau sekedar mengingatkan dia agar jangan tidur kemalaman.

Bukannya hal-hal tersebut salah, guys.

Saya, Kei, dan Jet melakukan hal-hal tersebut ...

… tapi kami tidak melakukannya pada cewek-cewek yang kami sedang berusaha dekati! Kami hanya memberikannya kepada sejumlah cewek yang memang sudah melalui proses eliminasi tertentu dalam hubungan kami, itu pun dilakukan dengan menjaga frekuensi tertentu agar tidak menjadi senjata makan tuan.

Mengapa kamu tidak bisa melakukan hal-hal tersebut ketika sedang pendekatan dengan seorang cewek impianmu?

Ya karena itu semua adalah tindakan A Man Who Is Gentle, bukannya Gentleman seperti yang digambarkan pada arti kata sebenarnya!

Sekali lagi, Gentleman bukanlah cowok gentle. Dia tidak akan mendekati seorang cewek yang menarik perhatiannya dengan cara memberikan piutang kebaikan dan perhatian. Dia tidak akan menurunkan standar dan menjadi murahan dengan terlalu banyak berkorban untuk sang cewek sebelum cewek itu membuktikan bahwa dirinya layak dan mampu menghargai kesempatan seperti itu.

Bahkan, seorang Gentleman tidak keberatan untuk bersikap ‘kejam’, keras dan tidak gentle kepada seorang cewek cantik yang tidak bisa menunjukkan bahwa dirinya memiliki sesuatu yang lebih dari sekedar penampilan menarik.

Istilah ‘chivalrous’ pada definisi Webster di atas berbicara tentang kualitas Ksatria Berkuda dan Tentara Kerajaan di Eropa abad ke-14 dan 15. Pada era tersebut, Gentleman adalah istilah yang diberikan kepada orang yang tidak perlu bekerja terus-menerus untuk menghidupi diri dan keluarganya karena dia mendapatkan kebutuhannya dengan cara menuruti titah Raja untuk sesekali pergi berperang demi membela kerajaan ataupun memperlebar wilayah kekuasaan.

Mereka sama sekali tidak ‘gentle,’ malahan tipe cowok petarung yang sangat percaya diri dan dominan, tidak menyukai basa-basi, hidup dari satu aksi ke aksi lainnya, menyukai tantangan baru, dan tidak akan ragu-ragu untuk menyeleksi bila melihat seorang cewek yang menarik perhatiannya. Jika cewek tersebut mampu memenuhi kriteria tertentu yang diinginkan, barulah sang Ksatria akan memberikan apresiasi dan perlakuan yang lebih spesial terhadapnya dibandingkan terhadap cewek-cewek lain.

Apa yang terjadi enam abad setelah itu? Istilah Gentleman masih terus beredar, namun ia sudah berubah menjadi sekumpulan cowok-cowok yang rajin memperlakukan setiap cewek jalanan manapun yang menarik perhatian sebagai seorang Tuan Putri, karena berharap dia akan memperlakukannya balik sebagai Tuan Pangeran.

Itu tidak akan terjadi, sobat!

That’s not being a Gentleman. That’s just being A Gentle Man.

Lebih jauh lagi: A Gentle Man yang melakukan gentle acts tidak akan mendapatkan hasil yang sama dengan A Gentleman yang melakukan gentle acts.

Mengapa?

Karena A Gentle Man tidak memiliki ‘high standard’ dan ‘chivalrous quality’ yang justru sangat dibutuhkan dalam fase pendekatan dengan lawan jenis. Hal-hal tersebut menjadi modal yang kamu perlukan untuk melipatgandakan semua sikapmu sehingga memicu ketertarikan dari cewek yang kamu inginkan.

Tidak mengerti?

Saya pernah membaca sebuah artikel di Newsweek tentang banyak orang yang mengagumi kerendahan hati Bill Clinton yang selalu ingin menuangkan sendiri minuman teh kepada setiap tamu yang berkunjung, sekalipun sebenarnya dia bisa saja menyuruh asisten untuk melakukannya.

Dia hanya menuangkan minuman, bro, bukan tindakan yang spesial sama sekali. Kamu sudah sering bertamu ke rumah temanmu dan kamu tidak akan berpikir untuk menganggapnya rendah hati sekalipun dia menuangkanmu minuman berkali-kali. Tapi bila Presiden Amerika Serikat melakukannya padamu, kamu akan otomatis merasa itu sebagai sebuah aksi yang luar biasa.

Sekali lagi, Gentleman adalah seseorang dengan nilai tinggi yang tidak akan sembarangan mengobral dirinya sehingga apapun perbuatannya akan menimbulkan reaksi yang lebih daripada normal, bahkan semakin meningkatkan nilai dirimu.

Kita selalu menginginkan hal yang tidak bisa kita dapatkan, hal ini sangat jelas sekali bisa terlihat dalam psikologi percintaan. Ketika seorang cewek merasa kamu adalah Cowok Gentle yang suka menyumbangkan Gentle Acts padanya, dia tahu kamu sudah pasti miliknya. Itu sebabnya sekalipun dia bilang kamu adalah satu-satunya cowok yang paling mampu membahagiakan dirinya, dia tidak tertarik untuk menjalani hubungan itu denganmu.

Itulah kamu yang dahulu, yakni seorang 'Gentle Man' karena mendengar cewek-cewek yang bilang mereka menginginkan seorang 'Gentleman', padahal ada jurang perbedaan besar di antara keduanya.

Pusing dengan semua dekonstruksi di atas? Tidak masalah. Setidaknya kamu kini tahu bahwa kegagalan romantika yang kamu alami selama ini sedikit banyak disumbangkan karena masalah sepele seperti perbedaan interpretasi dan cara penulisan sebuah konsep.

Itu sebabnya saya, Kei, dan Jet banyak membedah dan menciptakan terminologi baru agar kamu dapat belajar untuk meneliti dengan seksama letak kesalahan-kesalahan yang ada. Dengan topik artikel kali ini, kami mengajakmu untuk meninggalkan istilah Gentleman yang sudah terlalu tua dan kompleks itu dan merangkul paradigma yang baru: Glossy.

Glossy is the new, better, not-misleading and much improved word for Gentleman.

Seorang cowok Glossy memenuhi setiap definisi seperti yang disebutkan oleh kamus Webster seperti di atas.

Seorang cowok Glossy bukanlah Cowok Gentle, namun tahu bagaimana dan kapan waktu yang tepat untuk menunjukkan Gentle Acts pada cewek yang layak mendapatkannya.

Seorang cowok Glossy bahkan tahu bagaimana memakai Ungentle dan Rude Acts terhadap cewek-cewek pada proses seleksi yang justru akan membuat mereka semakin penasaran untuk mengejarnya.

Seorang cowok Glossy menikmati semua petualangan dan mendasari seluruh keputusan romantika hidupnya berdasarkan tiga buah kunci utama yang hanya akan kamu pelajari ketika mengikuti program premium Hitman System.

Saya meminta kamu untuk TIDAK mendaftar program kami jika apa yang kamu baca dalam artikel ini bukan hal yang baru, tidak menjawab sebagian besar kebingunganmu selama ini, atau tidak berbicara banyak kepadamu tentang hal-hal seputar pendekatan terhadap cewek. Karena jika kamu merasa sudah terbiasa berpikir dengan model apapun yang kamu barusan baca di sini, kamu akan bisa menemukan sendiri sejumlah cara alternatif tentang bagaimana menyudahi kejombloanmu.

Namun jika kamu merasa seperti tersentak dan melihat lampu bohlam itu mulai menyala berkedip-kedip di atas kepalamu, mungkin workshop atau seminar adalah solusi terbaik yang perlu kamu ikuti sebelum lampu itu kembali mati dan kamu kehilangan segalanya.

So, Glossy Guys, saya akan mengakhiri artikel dengan anekdot ini.

Kalau cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek bilang, “Ini dia cowok gentleman.”
Kalau cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek bilang, “Naluri pembantu, emang gitu.”
Kalau cowok Glossy nuangin air ke gelas cewek, cewek bilang, “Kenalin gue ke bokap nyokap loe dong...”

Ini ada 8 kriteria pria yang tidak disukai oleh wanita, baca ya bro biar tahu...

Ini ada 8 kriteria pria yang tidak disukai oleh wanita, baca ya bro biar tahu... 
1. Pria Manja
Pria ini biasanya terlalu emosional dan selalu mengutarakan isi hatinya kepada sang kekasih. Pria semacam ini nggak percaya diri dan selalu butuh seseorang yang membuatnya yakin dalam segala hal termasuk cinta, pekerjaan, dan pertemanan .

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: Pria yang memiliki kepercayaan diri dan mandiri terlihat lebih menarik dri pada pria yang tidak percaya diri. kebanyakan wanita lebih senang menjalin hubungan dengan pria yang bisa memberikan rasa
aman dan nyaman.

Jika anda termasuk dalam tipe ini : Pilih waktu dengan tepat. Anda hanya perlu mengendalikan perasaan anda di awal hubungan. Tunda mengumbar semua perasaan atau kegelisahan anda. Bila dirasa hubungan sudah cukup dekat, anda boleh bercerita tentang apa saja pada si dia.

2. Pria yang Gampang Ditebak

Wanita enggan berhubungan dengan mudah ditebak. Nggak ada tantangan atau kejutan, reaksi si pria terhadap segala sesuatu sudah bisa diprediksi. Para pria ini biasanya selalu mengikuti aturan atau formula tertentu dan biasanya dia enggan melakukan sesuatu diluar kebiasaan. Dia jarang memberikan kejutan spontan yang bakal membuat sang kekasih makin cinta.

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: Wanita menggilai pria-pria yang tak mudah ditebak. Orang-orang yang berjiwa bebas atau bad boys lebih sering dijadikan pilihan. Walau pria semacam itu punya sifat-sifat negatif namun mereka tidak membosankan karena selalu ada pengalaman dan kejutan baru.

Jika anda termasuk dalam tipe ini : Bila anda tipikal yang mudah diprediksi, anda tidak harus mengumbar sisi 'nakal' untuk memenangkan hatinya. Cukup mix kebiasaan anda yang mudah diduga dengan hal di luar kebiasaan anda. Bila biasanya hanya pergi makan dan nonton, coba lakukan hal baru. Mengunjungi kota sebelah untuk sekedar cuci mata asyik juga lho. Nah, nanti kalo si dia sudah terpikat dan mulai ingin tahu, anda bisa kembali ke kebiasaan lama. Tapi sesekali berikan kejutan kecil untuknya.

3. Pria Arogan

Dia punya ego besar dan punya keinginan yang harus dituruti. Terkadang dia juga kasar, nggak melulu ke pasangannya, tapi pada siapa saja dia merasa berkuasa. Hmmm, sifat ini benar-benar buruk.

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: Wanita sering melihat cara seorang pria memperlakukan orang lain untuk mengetahui kepribadiannya. Jadi meskipun anda berlaku manis didepannya saat berkencan, si dia tetap akan memperhatikan cara anda memperlakukan orang lain.

Jika anda termasuk dalam tipe ini: Apa yang akan anda lakukan bila anda dianggap cukup arogan oleh pasangan anda? Jangan terlalu sering membicarakan diri sendiri. Untuk membuatnya terkesan, perlakukan orang lain dengan penuh rasa hormat. Gunakan kata-kata dengan nada rendah yang tidak terkesan emosional.

4. Pria Playboy 

Pria tipe ini tidak segan-segan menunjukkan pada pasangan usahanya mencuri hati seorang wanita. Bila dia mengajak makan, mungkin saja dia mencoba menggoda pelayan yang seksi di resto itu. Parahnya lagi dia tak segan-segan memperlihatkan aksinya itu di depan pasangannya. Gampangnya, dia pria yang tidak memiliki rasa hormat pada wanita.

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: Tidak hanya kebiasaannya yang terlihat kampungan tapi ini juga bisa berdampak buruk untuk si wanita. Jika anda sudah mulai mata keranjang pada kencan pertama, anda langsung kehilangan kesempatan untuk menaklukkan wanita yang sedang anda dekati.

Jika anda termasuk dalam tipe ini: Jika anda tidak bisa menahan kebiasaan ini terus-terusan, setidaknya berikan kesan pertama yang baik terhadap diri anda. Hindari main mata atau lirak-lirik sebelah. Jika wanita yang anda ajak kencan tak sanggup menahan anda untuk melirik wanita lain, mungkin saja anda salah pilih.

5. Pria Pelit

Pria ini hampir tidak pernah membuang uangnya berlebihan. Bahkan untuk sekedar membeli bunga. Kalau pun mengajak berkencan dia akan menunjukkan tempat makan murah meriah.

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: kencan pertama pastinya sudah diribetkan dengan biaya kencan yang tak boleh mahal. Ditambah selalu mengingatkan anda untuk terus menabung. Wanita tidak bisa membayangkan menghabiskan hidupnya bersama pria yang menguntit tiap rupiah uangnya.

Jika anda termasuk dalam tipe ini: Cobalah untuk sedikit memanjakan wanita. Tak perlu buang uang banyak, perhatian kecil sekali-sekali tetap perlu supaya kekasih tetap senang. Agar dia merasa spesial, sekali waktu ajak ke restoran mewah dengan suasana yang romantis sebagai ganti warung tenda pinggir jalan yang tiap hari anda datangi.

6. Pria Tukan Debat

Pria jenis ini selalu mengubah percakapan menjadi bahan perdebatan. Kelakuannya, membuat si wanita seperti sedang mengikuti kelas debat atau rapat DPR. Ingat ya, berdebat terkadang bisa membuat seseorang stres.

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: Pergi berkencan seharusnya jadi pengalaman menyenangkan. Bila terus-terusan mengajak si Dia berdebat pasti bisa bikin bete dan membuatnya sedikit tertekan.

Jika anda termasuk dalam tipe ini: Cobalah untuk rileks. Nggak perlu malu untuk menentukan topik pembicaraan sebelum pergi berkencan. Kencan adalah kegiatan menyenangkan yang membuat hati rileks, jangan diubah menjadi ajang adu argumen yang nggak perlu.

7. Pria Sok Baik

Cirinya gampang, pria ini doyan menghakimi orang lain. Kadang kala dia sama sekali tidak menyentuh rokok dan minum alkohol. Dia juga nggak segan meminta orang lain untuk mengikui jejaknya bahkan dengan tambahan petuah-petuah yang membosankan.

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: Biasanya dia akan berpidato tentang banyak hal. Mulai dari menilai diri si wanita sampai berusaha mulai mencoba melarang ini itu. Pokoknya, orang yang paling baik dan benar adalah dirinya sendiri.

Jika anda termasuk dalam tipe ini: Belum jadi suami saja sudah berani melarang. Wanita paling tidak suka dikekang. Jika anda memang orang baik, tanpa kata-kata yang menggurui juga akan terlihat dalam tindakan anda sehari-hari.

8. Pria Penggosip

Pria ini senang sekali membicarakan kekurangan orang lain. Dia selalu mencari celah untuk bisa ngobrolin orang lain. Tak jarang dia melontarkan komentar kasar.

Mengapa pria seperti ini tidak menarik: Mana ada wanita yang tahan dengan pria yang gampang bicara kasar dan senang membicarakan keburukan orang lain. Membicarakan hal-hal yang negatif juga bisa membuat suasana semakin nggak nyaman.

Jika anda termasuk dalam tipe ini: Mulailah mengurangi kebiasaan membicarakan teman, kerabat atau siapa saja. Berikan kesan yang baik pada teman kencan anda. Belajarlah untuk menyimpan rahasia. Selalu gunakan diri anda sendiri sebagai cermin. Apakah anda senang rahasia dan kejelekan anda diobral

Hayo masuk gak anda sini....

Ayo rubah...

Senin, 01 Desember 2008

MENUTUP MATA.....??

Sudah lama juga yach gw ngga post blog..

Hmm..selama ini banyak pelajaran berharga yang gw, salah satunya pengalaman yang satu ini….

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? 

ketika kita menangis? ketika kita membayangkan ? 

ketika kita berciuman? 

Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…… 

Kita semua agak aneh dan hidup sendiri juga agak aneh. 

Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.. 

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan. Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan… Tapi ingatlah…melepaskan BUKAN akhir dari dunia melainkan awal suatu kehidupan baru.. 

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari…dan mereka yang telah mencoba. 

Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.. 

CINTA yang AGUNG?

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya.. 

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.. 

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’ 

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI .. 

Ingatlah…

bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati bersamanya… 

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. 

Entah bagaimana…dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri..dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. 

HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat. 

TEMAN SEJATI…Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa..’ 

Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’ 

Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’ 

Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata ‘Bolehkah saya masuk?’ 

MENCINTAI…

BUKANlah bagaimana kamu melupakan..melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN.. 

BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan..melainkan bagaimana kamu MENGERTI.. BUKANlah apa yang kamu lihat..melainkan apa yang kamu RASAKAN.. 

BUKANlah bagaimana kamu melepaskan..melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.. 

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu2. 

Air mata yang keluar dapat dihapus,sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang, Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia..dapat mencintai seseorang..

LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri, Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya. 

Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai melainkan BERJUANGLAH demi cintamu.

Itulah CINTA SEJATI Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’ Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada di sekelilingmu. 

Lebih baik menunggu orang yang tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan ’seseorang’ Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

Sabtu, 15 November 2008

mengenal diri sendiri

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.

Jawablah dengan jujur, apakah anda benar-benar mengenal diri anda sendiri?

Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner. Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.

Apakah anda jujur pada diri anda sendiri?

Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali pula orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.

Maukah anda memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan menerima sebagaimana adanya dengan hati lapang?

Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan. Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik. Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada awalnya selalu terasa berat, karena sebelum bertindak seseorang harus mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri, “apakah ini adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini benar-benar menjadi keinginan diri saya?” Dengan kata lain proses mengenal diri sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan, bagian terberat dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.

Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?

Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah mengamati diri secara cermat - mengamati setiap perasaan, pikiran, harapan, keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri sendiri. Para spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi, khusyu’, mengheningkan cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini menumbuhkan kesadaran yang lebih tenang, yang mampu melihat secara jernih pikiran dan perasaan yang sedang terjadi, kemampuan, bakat dan ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan kesempatan untuk menggunakan semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari. Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih berganti.

Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri?

Banyak orang mengaburkan arti menjadi “diri sendiri” dengan “semaunya sendiri”. Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya. Selain itu, banyak orang menjadi apa yang dikatakan orang lain dan menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang perlu disadari adalah bahwa setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada orang yang sama. Mereka dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda-beda.Tugas manusia adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan kehidupan ini. Tujuan mengenal diri untuk pengembangan karir adalah mengenal apa potensi-potensi, bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu, mengenal diri akan menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan emosi dan spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi langkah kemajuan karir.

KEGIATAN ALTERNATIF

Ambil waktu senggang, carilah suasana tenang. Persiapkan diri anda untuk melakukan kegiatan ini. Mungkin kegiatan ini akan berlangsung selama 30 menit atau lebih. Dalam melaksanakan kegiatan ini bersikaplah seperti menonton film kehidupan anda. Jangan biarkan emosi anda terlibat. Berusahalah untuk menerima apa yang telah terjadi. Bila anda bermaksud menafsirkan apa yang mungkin terlintas dalam kegiatan ini, maka anggaplah bahwa tidak ada sesuatu pun yang sia-sia, selalu bertujuan, dan baik bagi pengembangan diri.

  1. Ambillah secarik kertas, tuliskan nama, tempat dan tanggal lahir, dan data pribadi anda lain yang patut anda ketahui. Mampukah anda mengenal diri anda melalui data-data yang anda tulis sendiri sembari melepaskan segala harapan-harapan, ketakutan dan kecemasan yang mungkin pernah ditanamkan dalam benak anda? Mampukah anda melihat diri anda melalui data-data yang anda tulis dengan cara pandang yang polos dan sederhana? Apakah anda bisa menyadari bagaimana kepribadian yang biasa anda kenakan dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Kini tuliskan riwayat pekerjaan anda. Anda bisa memulainya dari awal atau akhir. Yang penting adalah anda mampu melihat seluruh riwayat pekerjaan anda secara utuh. Mungkin di saat menulis itu, anda teringat pada hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. Biarkan saja. Sekali lagi, pandanglah catatan riwayat pekerjaan anda sesederhana mungkin. Tetapi amati setiap kecenderungan yang muncul yang menerbitkan kegembiraan dalam pekerjaan anda.
  3. Tuliskan riwayat pendidikan anda, sejak kecil hingga sekarang. Tuliskan pula ketrampilan dan hal-hal apa yang pernah anda pelajari. Sebagian mungkin semakin terasah. Sebagian lain terlupakan. Lihatlah seluruh riwayat pendidikan dan pengajaran anda secara utuh. Amati setiap kecenderungan yang membuat hidup anda terasa menyenangkan. Apakah anda mampu menemukan hubungan antara pendidikan anda dengan pekerjaan anda sekarang?
  4. Cobalah menulis kegiatan-kegiatan yang anda lakukan. Biasanya itu adalah kegiatan yang menyenangkan dan membuat hidup terasa penuh gairah. Bisa berupa hobi, petualangan, organisasi sosial, agama, seni, olahraga, dan lain-lain. Apakah anda menemukan hubungan antara kegiatan-kegiatan ini dengan pekerjaan dan karir anda sekarang?
  5. Lihatlah diri anda kini secara utuh, sekali lagi dengan pandangan yang polos dan sederhana (tanpa dibebani harapan akan masa depan dan penyesalan pada masa lalu), mampukah anda menemukan diri anda sekarang sebagai sebuah simpul dari benang-benang masa lalu? Bisakah anda menemukan hubungan dari semua ini?

Berjalan di atas potensi dan bakat diri selalu berkaitan erat dengan kebahagiaan dan gairah hidup. Bila anda benar-benar mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan potensi dan bakat, anda akan menemukan kegembiraan dan energi yang luar biasa besar. Kegiatan di atas hanya selembar kegiatan alternatif untuk mengenal titik-titik potensi yang memicu kebahagiaan dalam diri (bila sekarang anda masih bisa merasakan gairah atas kegiatan anda di masa lalu, maka itu adalah gairah yang muncul dari potensi diri anda.) Tentu takkan cukup lima point kegiatan di atas untuk benar-benar mengenal diri, karena mengenal diri adalah proses yang terus berjalan - bahkan hingga akhir hayat. Namun setidaknya, dengan sedikit demi sedikit menguak apa yang ada dalam diri, anda akan menemukan sesuatu hal aturan sederhana: bahwa hanya dengan menjadi diri sendirilah seseorang menemukan kebahagiaan sejatinya. Dan, pengembangan diri semestinya bertujuan untuk menemukan kebahagiaan diri yang sejati, bukan yang lain.